Sabtu, 18 Desember 2010

Lupus,,?????

Penyakit Lupus secara umum merupakan kelainan yang bersifat kronik pada masalah imunitas tubuh. Manusia memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk menyerang benda asing, virus, bakteri atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Tetapi, pada penderita penyakit Lupus, sistem kekebalan yang harusnya berfungsi sebagai pelindung tubuh mengalami kelainan. Tubuh tidak dapat membedakan antara benda asing yang harus dimusnahkan dengan jaringan tubuh sendiri yang bermanfaat untuk kelangsungan hidup.
Akibatnya, yang diserang adalah jaringan tubuh sendiri dan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh seperti pada paru-paru, darah, kulit, ginjal, otak, jantung, dan lainnya. Kerusakan pada organ tubuh vital selanjutnya menyebabkan penderita Lupus yang disebut Odapus semakin lemah dan sakit.
 Jenis Lupus
Beberapa jenis penyakit Lupus ada yang berbahaya dan ada juga yang kurang berbahaya. Tidak semua penyakit Lupus menyerang organ vital. Ada juga yang hanya menyerang jaringan kulit. Berikut ini beberapa jenis penyakit Lupus.

·         Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

SLE dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai Lupus Eritematosus Sistemik (LES). Penyakit ini sangat berbahaya karena menyerang organ dalam tubuh yang vital. Eritematosus sendiri berarti kemerahan. Itu adalah karakteristik penyakit ini yaitu ada tanda atau bercak kemerahan.

·         Dicoid Lupus

Jenis Lupus ini hanya menyerang kulit. Biasanya muncul bercak merah pada kulit.

·         Drug Induced Lupus

Penyakit Lupus ini dipicu karena mengkonsumsi obat-obatan tertentu.
 Gejala dan Deteksi Lupus
Gejala penyakit Lupus bisa berbeda-beda pada tiap penderitanya. Itu sebabnya seseorang yang menderita penyakit ini sulit mendeteksi penyakit tersebut. Bahkan, gejalanya dapat menyerupai gejala penyakit lain.
Hal ini disebabkan karena organ tubuh yang diserang bisa berbeda pada tiap penderitanya. Misalnya, bila yang diserang adalah darah, maka gejalanya mirip dengan orang yang menderita anemia. Bila yang diserang mulut, maka penderita dapat mengalami sariawan yang berkepanjangan yang dapat dianggap sebagai gejala kekurangan vitamin C.
Beberapa gejala yang umum pada penyakit ini adalah munculnya bercak merah pada hidung dan kedua pipi membentuk seperti kupu-kupu yang disebut butterfly rash. Bercak dapat pula terjadi pada tubuh. Dalam tahap lanjut, penyakit ini dapat menyebabkan kerontokan rambut, rasa lelah yang berlebihan, kerusakan pada organ tubuh. Penderita Lupus mengalami gejala seperti pada orang yang menderita kanker.
Maka, cara mengetahui apakah seseorang tersebut menderita Lupus atau tidak yaitu dengan melakukan tes antinuclear antibodies (ANA). Jika hasil tes positif maka kemungkinan besar orang tersebut mengidap penyakit Lupus.

Penyebab Penyakit Lupus

Lupus bukanlah penyakit menular dan sebagian besar penderitanya adalah wanita pada usia produktif sehingga sering dianggap penyakit wanita. Faktor keturunan bukan sebagai penyebab langsung penyakit ini. Walau mungkin, dari orang tua diperoleh gen yang abnormal yang berpotensi untuk penyakit ini, tetapi ada faktor lain sehingga penyakit ini dapat terjadi. Dugaan para ahli tentang penyebab penyakit ini adalah karena faktor hormon, tetapi belum diketahui hormon mana penyebabnya.

Pengobatan pada Odapus

Untuk mengobati Odapus atau penderita penyakit Lupus adalah dengan mengurangi keluhan sakit akibat kerusakan organ tubuh. Pengobatan dilakukan dengan upaya khusus agar penyakit ini tidak menyerang organ tubuh lainnya yang dapat menyebabkan keluhan lebih parah akibat komplikasi.
Perlu diperhatikan juga faktor lingkungan yang dapat memperparah keadaan odapus. Misalnya dengan mengontrol makanan, mencegah agar tidak stres, pemilihan bila harus menggunakan obat-obatan, serta mencegah agar kulit tidak secara langsung terkena sinar matahari yang mengandung UV.
 Bantuan untuk Odapus
Karena tidak menular, Anda tidak perlu kuatir bila harus berhubungan dengan penderita penyakit Lupus. Sebaliknya, Anda dapat membantunya dengan memberi dukungan dalam bentuk perhatian dan membantu agar penderita bisa menerima keadaan sehingga tidak menjadi stres.
Penyakit ini merupakan pertarungan seumur hidup. Karena jangka waktu yang cukup lama, banyak Odapus (penderita Lupus) maupun anggota keluarga menjadi stres menghadapinya.
Namun penyakit ini bisa dihadapi. Banyak yang juga berhasil menghadapi penyakit Lupus. Selalu komunikasikan dengan dokter mengenai penyakit ini. Dukung Odapus agar mereka lebih terbuka pikirannya dan tidak menjadi takut berlebihan karena dapat memperburuk kondisi Odapus. Coba untuk memiliki rasa humor karena itu bisa membantu. Penyakit bukan hal yang lucu, tetapi kita harus mencoba untuk tetap memiliki rasa humor agar tidak terlalu stres.
Dukungan juga dapat diberikan pada anggota keluarga Odapus, karena dibutuhkan kesabaran untuk merawat penderita penyakit Lupus. Karena penyakit ini bersifat menahun bahkan dapat seumur hidup. Jangan menyerah jika Anda atau anggota keluarga ada yang menderita Lupus
Bolehkah Wanita / Ibu Hamil Berpuasa ?.
Khawatir akan kesehatan janin yang dikandungnya menjadi pertimbangan para ibu hamil saat menjalani ibadah puasa. Sebenarnya, apakah dampak puasa terhadap janin?


Janin yang ada dalam kandungan, pada umumnya menjadi kekhawatiran bagi para ibu yang tengah hamil untuk menjalani rukun Islam yang keempat. Ada ketakutan tersendiri bagi mereka selama berpuasa kebutuhan si jabang bayi tidak akan terpenuhi. Alhasil, perkembangan janin pun akan terganggu. Seperti dikatakan Amalia, ibu rumah tangga yang kini sedang mengandung tiga bulan anak pertamanya.

“Sebenarnya sih enggak ada keluhan berarti, tapi saya takut bayi saya kesehatannya terganggu kalau saya puasa. Apalagi saya masih hamil muda, kata orang masih sangat rentan. Bayi usia segitu kan masih amat membutuhkan banyak asupan gizi,” ungkap Amalia.
Berbeda dengan Maryani yang juga sedang hamil usia yang sama. Dia justru memilih berpuasa lantaran meyakini aman dan malah menyehatkan tubuh. “Tapi, mungkin namanya ibu hamil rasanya sudah beda. Saya sekitar pukul 11.00 saja sudah terasa perut keroncongan. Ya namanya juga dua orang, tapi saya enjoy saja dan alhamdulillah belum bolong puasanya,” kata wanita yang akrab disapa Ani ini.
Lantas apakah berpuasa aman bagi ibu hamil dan tidak mengganggu kondisi janin? Sejatinya, puasa tidak berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Karena amannya berpuasa ini, bahkan perempuan yang sedang hamil sekalipun tetap diperbolehkan menjalankan ibadah yang satu ini.
“Puasa tidak memengaruhi kondisi janin yang berada di dalam kandungan, justru yang terpengaruh adalah kondisi ibunya sendiri apakah ia sehat selama menjalankan ibadah puasa atau tidak,” tutur Dr Laila Nuranna SpOG dari Bagian Obstetri dan Ginekologi RSCM. Hal ini karena bayi yang ada dalam kandungan tidak terpengaruh secara langsung berkaitan dengan kegiatan pola makan yang dilakukan sang ibu. Bayi yang berada dalam kandungan mendapat asupan makanan dari plasenta atau ariari lewat aliran darah dan langsung menyebar ke seluruh tubuh. Sebelumnya dengan dipompa terlebih dahulu lewat jantung, kemudian barulah disalurkan.
Dilanjutkan Laila, berpuasa bagi ibu hamil banyak maknanya, bukan saja sekadar menggugurkan kewajibannya sebagai seorang muslim. Lebih dari itu, puasa adalah sebagai sebuah media pelatihan bagi sang janin selama dalam kandungan. “Dari sejak dalam kandungan sudah kita ajarkan berpuasa, tentunya kita berharap agar kelak ia menjadi anak yang saleh dan berbakti kepada orang tua. Disadari atau tidak, ini ada kaitannya,” kata Laila.

Menurut Laila, saat usia kehamilan berkisar antara empat sampai tujuh bulan, puasa tidak akan berpengaruh apa-apa. Pada masa itu biasanya kondisi kesehatan sang ibu sudah dalam taraf penyesuaian. Akan lain keadaannya apabila kondisi kehamilan ibu masih dalam taraf relatif muda. Pada masa ini biasanya ibu hamil sering merasa mual-mual dan terkadang berlanjut dengan muntah. Jika ibu hamil merasakan keadaan ini, Laila pun menyarankan untuk menghentikan dahulu kegiatan berpuasa. Yang penting, Lila menyebutkan, ibu hamil tidak memaksakan diri untuk berpuasa.

Di samping keluhan mual dan muntah, ibu hamil juga sebaiknya memutuskan puasanya apabila mengalami keluhan lain. Sebut saja mempunyai tekanan darah tinggi, kencing manis, ataupun gangguan pencernaan. Ibu hamil pun harus mengenali isyarat tubuh. Bila merasa sangat lelah, pusing, gemetaran, mual, dan demam yang merupakan gejala berkurangnya kadar gula dalam darah (hipoglikemia), maka boleh saja membatalkan puasanya.
Menjalankan ibadah puasa bagi ibu hamil juga dibenarkan oleh dr Noroyono Wibowo yang juga dari RSCM. ”Bolehkah ibu hamil berpuasa, coba kita tanya lagi pada diri sendiri. Puasa itu siapa yang menyuruh? Tuhan. Disuruh kepada siapa? Orang beriman. Ya sudah terjawab kan. Masa Tuhan mau mencelakai umat-Nya yang tunduk pada perintah-Nya,” kata pria yang sering disapa Bowo ini.
Puasa, menurut Bowo, sematamata hanyalah memindahkan waktu makan. Dari siang ke malam. Namun, selama berpuasa asupan gizi dan kalori tetap dibuat sama dengan saat tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50 persen karbohidrat, 30 persen protein, dan 10-20 persen lemak. Hanya waktunya yang dipindah, semua asupan dipenuhi pada saat sahur, berbuka puasa, dan waktu antara berbuka dan sahur.

”Selama hamil, asupan kalori sangat diperlukan sebagai nutrisi untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi dalam kandungan. Jadi, bagi ibu hamil, sebaiknya lebih memperhatikan asupan makanan yang dimakan saat sahur, berbuka puasa dan waktu antara berbuka hingga sahur,” tuturnya.
Berpuasa bagi ibu hamil bukan hanya dapat dikerjakan bagi wanita hamil muda. Mereka yang tengah hamil tua pun dapat ikut menikmati keindahan berpuasa. Namun, perlu diketahui bahwa pada usia kehamilan lebih dari tujuh bulan biasanya janin memerlukan asupan makanan lebih banyak. Inilah yang menyebabkan si ibu terlihat sering lemas.
“Cara menyiasatinya di antaranya perbanyak minum, baik sewaktu sahur dan berbuka puasa untuk menambah cairan dalam tubuh,” kata Bowo.
Menyangkut konsumsi cairan selama puasa itu, pada dasarnya puasa bagi ibu hamil sama dengan ibu menyusui. Sang ibu harus pandai-pandai memperbanyak cairan dalam tubuh ketika berbuka puasa atau sahur.
Setelah membaca tulisan “Bolehkah Wanita / Ibu Hamil Berpuasa ?” diatas barangkali Anda juga butuh referensi mengenai penyebab dan solusi bila bayi tidak menangis saat lahir dan bolehkah berhubungan intim saat hamil yang semoga dapat membantu Anda dan kesehatan bayi Anda. :)

Penuh Energi dengan Camilan Bergizi

Camilan, snack atau makanan kecil tak bisa lepas dari pola makan sehari-hari. Bagaimanapun tubuh memerlukan makanan kecil untuk menjaga agar lambung tidak terlalu kosong di antara dua waktu makan, selain menambah asupan gizi. Bahkan pada saat menjalani program penurunan berat badan, kita juga masih perlu mengemil.

Rentang waktu antara makan pagi dan makan siang mungkin masih bisa dipertahankan, tetapi rentang waktu antara makan siang dan makan malam yang berkisar 6-7 jam adalah waktu yang cukup lama sehingga dorongan untuk ngemil semakin besar. Secara fisiologis, pada waktu-waktu tersebut tubuh juga mulai memerlukan makanan untuk mengisi kebutuhan energi yang mulai menurun.

Kendati demikian, tetap harus diperhatikan camilan apa yang akan kita konsumsi. "Tentu makanan yang dipilih bukan asal mengenyangkan tapi harus sehat dan menunjang kebutuhan gizi," kata Prof.dr.Made Astawan, pengajar di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor, dalam sebuah acara yang diadakan oleh Soyjoy di Jakarta (9/12).

Camilan seperti cokelat, wafer, biskuit, kacang atau keripik mungkin terlihat "ringan" namun menurut Made, jenis makanan tersebut sebenarnya mengandung indeks glikemik (IG) tinggi atau cepat meningkatkan kadar gula darah. "Biasanya kadar kalorinya juga tinggi sehingga bisa membuat berat badan cepat naik pula," paparnya.

Sebaliknya, makanan dengan kadar IG rendah yang kurang pati dan mengandung serat tinggi akan dimetabolisme tubuh secara lambat sehingga menimbulkan rasa kenyang lebih lama. Pangan dengan IG rendah, diantaranya adalah buah-buahan dan sayur.

Namun, tidak semua pangan dengan IG rendah baik. "Ada juga makanan yang IG-nya rendah tapi lemaknya tinggi, misalnya cokelat. Makanan jenis ini sebaiknya dihindari kalau tidak ingin berat badannya naik," kata Made.

Sebenarnya cukup banyak jenis camilan yang tidak cuma lezat tapi juga bisa membuat berat badan tak meningkat. Misalnya saja potongan buah segar, sayuran segar atau yogurt bebas lemak.

"Kalau bosan dengan buah, bisa juga buahnya dicelup ke dalam dark chocolate yang dilelehkan. Variasi ini juga bisa dipakai untuk jenis camilan lain, misalnya fruit soybar. Atau fruit soybarnya dihaluskan lalu dijadikan taburan untuk es krim atau salad," saran Rina Poerwadi, instruktur makanan sehat dari Mom Can Cook ini.

Dengan camilan sehat yang diramu sendiri itu, tubuh tidak akan tersiksa karena kelaparan namun kita juga tak perlu khawatir akan berat badan
                Mengunyah Permen Karet Menyehatkan

PERMEN karet beraneka rasa dan bentuk kini mudah dijumpai di pasaran. Umumnya permen karet dianggap sebagai perusak gigi nomor satu. Memang benar, sebab kandungan gulanya yang tinggi mempercepat proses pengeroposan tulang gigi. Namun tak semua permen karet berdampak demikian. Jenis permen karet bebas gula (sugar free) justru bermanfaat menyehatkan gigi dan otak.

Permen karet bebas gula baik untuk kesehatan. Permen karet jenis ini tak begitu banyak dijumpai di pasaran. Dalam permen karet sugar free, rasa manis yang biasa didapat pada permen karet biasa diganti dengan bahan lain yang disebut xylitol. Xylitol merupakan pemanis alami yang masuk dalam kategori karbohidrat dengan kalori rendah.

Mengunyah permen karet bebas gula selain menyehatkan, dapat juga sebagai pengganti kegiatan sikat gigi. Aktivitas mengunyah permen karet, akan menghasilkan air liur yang dapat menetralkan asam dan mencegah pengeroposan gigi di atas 40%.

Kerusakan pada gigi seringkali disebabkan endapan bakteri yang disebut plak. Sifatnya tahan terhadap asam. Bahan spesial yang terkandung dalam permen karet bebas gula seperti enzim dan bikarbonat dapat membantu mencegah pembentukan bakteri dan mempertahankan warna putih gigi.

Mengunyah permen karet juga dapat meningkatkan kinerja berbagai aktivitas yang memerlukan perhatian dan konsentrasi. Penelitian yang dilakukan University of Northumbria dan Cognitive Research Unit di Inggris membuktikan bahwa mengunyah permen karet berefek positif pada tugas-tugas seperti berpikir dan mengingat.

Pada dasarnya, semua jenis permen karet asalkan dengan ritme mengunyah yang berulang-ulang mampu merangsang sinyal di bagian otak tengah. Intinya adalah perulangan gerakan mengunyah dan kandungan permen yang mendukung pemeliharaan kesehatan gigi.

Ahli dari University of Northumbria berpatokan pada dua hal. Mengunyah permen karet akan meningkatkan detak jantung sehingga menyebabkan oksigen yang masuk dan nutrisi yang dipompa ke otak semakin lancar. Kedua, mengunyah akan meningkatkan produksi insulin dan merangsang bagian otak yang berhubungan dengan daya ingat.

Manfaat lain dari mengunyah permen karet ialah mengurangi ketegangan pada otot. Hasil penelitian lain menyebutkan bahwa mengunyah permen karet selama setengah jam setelah makan dapat meringankan gejala perubahan keasaman dalam tubuh.

Kamis, 16 Desember 2010

Promosi Kesehatan

Promosi kesehatan adalah upaya mempengaruhi masyarakat agarmenghentikan perilaku beresiko tinggi dan menggantikannya dengan perilaku yang aman atau pelaing tidak beresiko rendah.Program Promosi Kesehatan tidak di rancang ”di belakang meja”.  Supaya efektif, program harus dirancang berdasarkan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat sasaransetempat.

VISI MISI PROMOSI KESEHATAN
VISI
Visi umum promosi kesehatan dari Undang-Undang No.23/1992 maupun WHO, yakni :
Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, baik fisik, mental, dan social sehingga produktif secara ekonomi maupun social.
MISI
Misi promosi kesehatan secara umum dapat dirumuskan menjadi 3 butir, yakni :
  1. Advokasi ( Advocate)
Melakukan kegiatan advokasi terhadap para pengambil keputusan di berbagai program dan sector yang terkait dengan kesehatan. Melakukan advokasi berarti melakukan upaya-upaya agar para pembuat keputusan atau penentu kebijakan tersebut mempercayai dan meyakini bahwa program kesehatan yang ditawarkan perlu didukung melalui kebijakan-kebijakan atau keputusan politik.
  1. Menjembatani ( Mediate )
Menjadi jembatan dan menjalin kemitraan dengan berbagi program dan sector yang berkaitan dengan kesehatan. Dalam melaksanakan program-program kesehatan perlu kerja sama dengan program lain di lingkungan kesehatan, maupun sector lain yang terkait. Oleh sebab itu, dalam mewujudkan kerja sama atau kemitraan ini, peran promosi kesehatan diperlukan.
  1. Memampukan ( Enable)
Memberikan kemampuan atau ketrampilan kepada masyarakat agar mereka mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri secara mandiri. Hal ini berarti kepada masyarakat diberikan kemampuan atau ketrampilan agar mereka mandiri di bidang kesehatan,termasuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka.